MENENTUKAN KALIMAT FAKTA/OPINI DALAM TEKS IKLAN
Iklan atau dalam bahasa Indonesia buku disebut juga dengan pariwara adalah promosi benda, jasa, atau ide, yang harus dibayar oleh sebuah sponsor. Dalam kamus besar bahasa Indonesia, iklan diartikan sebagai berita atau pesan untuk mendorong, membujuk khalayak ramai agar tertarik pada barang dan jasa yang ditawarkan. komponen paling penting dari iklan adalah adanya keterangan yang menguraikan mengenai spesifikasi barang, jasa, atau ide yang ditawarkan .
Dalam sebuah iklan, kita selalu menjumpai unsur terpenting iklan, yaitu deskripsi. Deskripsi dalam iklan berfungsi untuk menguraikan spesifikasi produk atau layanan yang diiklankan biasanya, ruang iklan dibatasi sehingga pilihan kata menjadi faktor yang perlu diperhatikan agar tidak mubadzir ruang.
Kalimat dalam sebuah iklan dapat berupa kalimat fakta dan kalimat opini. Fakta berbeda dengan opini. Kalimat fakta adalah kalimat yang menyatakan mengenai suatu hala yang benar-benar ada atau terjadi. Fakta adalah peristiwa atau hal yang benar-benar ada atau terjadi dan dapat dibuktikan kebenarannya. Kalimat opini adalah kalimat yang menyatakan suatu hal berdasarkan anggapan atau pikiran dan belum tentu benar-benar ada atau terjadi. Opini (pendapat) adalah penyataan yang belum tentu kebenarannya berdasarkan pendapat pribadi seseorang atau acara pandang seseorang.
Fakta dapat dipilih menjadi tiga jenis yaitu : (1) fakta pengamatan atau hasil riset: (2) fakta pendapat yang dikemukakan oleh seseorang pada suatu peristiwa pengamatan; dan (3) fakta peristiwa yang berupa kejadian nyata. Pendapat atau opini merupakan bentuk respon dari sudut pandang pribadi dan sikap seseorang. Pada teks iklan, pendapat berkaitan erat dengan respons atau tanggapan pribadi penulis terhadap masalah yang diangkat dalam iklan. Opini pada teks iklan dapat diidentifikasi secara jelas terkait keberpihakan penulis terhadap masalah yang sedang disorot.
Tips dan Trik
Untuk menentukan kalimat fakta dan opini dalam sebuah iklan, kita harus mengetahui terlebih dahulu ciri-ciri kalimat fakta dan kalimat opini. Kalimat fakta memiliki ciri sebagai kalimat yang menerangkan kejadian atau peristiwa yang bersifat nyata, telah atau peristiwa yang bersifat nyata, telah atau sedang terjadi, dan dapat dibuktikan kebenarannya. Oleh karena itulah, sebuah kalimat fakta tidak mengandung keraguan.
Sementara itu kalimat opini memiliki ciri sebagai kalimat yang mengandung pendapat seseorang atau penulis teks iklan yang diambil dari sudut pandang tertentu, yang sifatnya belum tentu dapat dibuktikan kebenarannya. Kebenaran opini dapat diperhatikan. Suatu kalimat opini bisa saja mengandung keraguan.
Contoh soal dan Pembahasan
1. Perhatikan iklan berikut !
(1) Belajar lebih atraktif sangat menyenangkan .
(2) Telah hadir VCD pembelajaran
(3) Harga sesuai kualitas
(4) Tersedia di PT Sinar Terang telepon 021-464646.
Kalimat fakta pada iklan tersebut ditandai nomor
……
A. (1) dan (2)
|
C. (2) dan (3)
|
B. (2) dan (4)
|
D. (3) dan(4)
|
Pembahasan:
Kalimat fakta adalah kalimat yang tidak mengandung keraguan, sebab bisa dibuktikan secara objektif. Kalimat fakta pada iklan tersebut ditandai nomor (2) dan(4). Pernyataan nomor (1) dan (3) merupakan kalimat opini, sebab dinyatakan menurut sudut pandang orang tertentu yang belum tentu kebenarannya.
Jawaban : B
2. Bacalah teks iklan berikut !
(1) Radio akan tetap jaya meski teknologinya dianggap lama. (2) Musik, pendidikan, politik, bahkan curhat bisa anda dapatkan melalui radio. (3) Meski selalu muncul teknologi baru, radio tetap bikin keluarga semakin seru. (4) Jika terganggu penglihatan anda, radio adalah solusinya.
Maksud isi kalimat (4) tersebut adalah ….
A. radio khusus diperuntukkan bagi orang buta saja
B. radio sangat cocok dengan orang yang terganggu pendengarannya
C. orang yang terganggu penglihatan tetap mendapat informasi melalui radio
D. informasi penting tentang musik, pendidikan dapat diperoleh melalui radio
Pembahasan:
Maksud isi kalimat (4) tersebut adalah orang yang terganggu penglihatan tetap mendapat informasi melalui radio.
Jawaban : C
MENYIMPULKAN ISI PARAGRAF
Paragraf adalah kumpulan kalimat yang memiliki satu ide pokok. Kumpulan kalimat dalam paragraf biasanya tersusun atas satu kalimat utama dan beberapa kalimat penjelas. Unsur paragraf ada lima, yaitu:
1. kalimat utama, yaitu kalimat yang menjadi inti atau dasar pengembangan suatu paragraf.
2. Kalimat penjelas, yaitu kalimat yang berfungsi menjelaskan kalimat utama.
3. Kalimat ide pokok, atau kalimat gagasan utama, yaitu inti dari kalimat utama.
4. Kalimat penegas, yaitu kalimat yang berfungsi sebagai penegas dengan cara mengulang bentuk kalimat topik pada bagian akhir kalimat.
5. Kalimat transisi, yaitu kalimat yang berfungsi sebagai penunjang koherensi atau kepaduan antarkalimat dalam suatu paragraf.
Ide pokok sering juga disebut sebagai gagasan utama atau pikiran utama yang mendasari suatu paragraf. Ide pokok biasanya dinyatakan secara eksplisit dalam kalimat utama. Berdasarkan letak kalimat utamanya, paragraf terbagi atas 3 jenis, yaitu : paragraf deduktif (ide pokok di awal paragraf); paragraf induktif (ide pokok di akhir paragraf); dan paragraf campuran ( ide pokok berada di awal dan akhir paragraf). Dari ketiga jenis itu, paragraf campuran kurang lazim digunakan. Sementara itu, paragraf deduktif lebih sering dijumpai dalam berbagai bacaan.
Kalimat awal yang menandai ide pokok dalam paragraf deduktif bisa saja merupakan kalimat majemuk bertingkat. Akan tetapi, ide pokok hanya terdapat pada induk kalimat yang memuat unsur S-P-O/Pel. Dalam pola S-P-O/Pel. Itulah terkandung kata kunci yang menjadi dasar paragraf.
Cara menemukan ide pokok suatu paragraf adalah :
1. Membaca secara keseluruhan teks bacaan.
2. Memahami isi dari teks bacaan tersebut.
3. Menentukan ide pokok dengan menemukan kalimat utama pada bacaan.
Untuk dapat menyimpulkan isi paragraf, kita dapat melakukannya dengan cara menemukan ide pokok/gagasan utama terlebih dahulu. Kunci utamanya adalah memiliki kemampuan membedakan kalimat utama dan kalimat penjelas. Perhatikan peryataan berikut!
1. Kalimat utama berisi gagasan pokok paragraf.
2. Kalimat utama dapat terletak di awal atau akhir paragraf.
3. Kalimat utama berupa peryataan umum yang dirinci pada kalimat lain.
4. Kalimat utama tidak mengandung kata acuan, seperti: itu, tersebut, -nya.
5. Kalimat utama biasanya mengandung kata kunci seperti: yang terpenting, adalah, pada prinsipnya, sebagai kesimpulan, kesimpulanya, jadi, semua, itu menunjukkan, merupakan. Kalimat penjelas mengandung kalimat seperti; dengan, kata lain, hal itu, artinya, cara tersebut, hal tersebut, selain itu, karena hal itu , akibatnya, sebagai contoh, contohnya, oleh karena itu.
TIPS & TRIK
Menyimpulkan sebuah paragraf dapat disiasati dengan cara menemukan ide pokok atau gagasan pokok terlebih dahulu. Menemukan ide pokok dapat dilakukan dengan mengenal tipe paragraf berdasarkan pola penalaran (tipe deduktif dan induktif) dan pola pengembangan (tipe definisi, contoh, sebab-akibat, perbandingan, pertentangan, kronologi, dan sebagainya). Bila kita menentukan gagasan pokok berdasarkan pola penalaranya, ide pokok terdapat di kalimat awal atau akhir paragraf. Perlu diketahui bahwa kalimat awal atau di akhir paragraf bisa saja merupakan kalimat majemuk bertingkat. Akan tetapi, inti gagasan terdapat pada kalimatnya, yakni unsur S-P-(O)/(pel). Sementara itu, berdasarkan pola pengembanganya, ide pokok paragraf biasanya berada di awal paragraf. Kesimpulan sebuah paragraf merupakan ikhtisar yang diperoleh berdasarkan cara berpikir induktif dan deduktif.
Contoh Soal Dan Pembahasan
1. Bacalah paragraf berikut !
Penguaasaan yang mendalam mengenai bahasa merupakan tolak ukur keberhasilan seorang wartawan. Kemahiran berbahasa wartawan akan memudahkannya memanipulasi bahasa sesuai dengan tulisan yang ingin dicapainya. Pilihan kata yang tepat dapat membangkitkan emosi pembaca. Sebaliknya, pilihan kata yang ceroboh dapat menimbulkan reaksi yang tidak diharapka.
Simpulan isi paragraf tersebut adalah…..
A. Wartawan memang menguasai bahasa
B. Wartawan pandai mengelolah bahasa
C. Wartawan harus terampil berbahasa
D. Wartawan pintar memanipulasi bahasa
Pembahasan:
Kesimpulan sebuah paragraf dapat diperoleh dengan cara menemukan ide pokok atau gagasan pokok terlebih dahulu, kemudian memperhatikan kalimat-kalimat penjelas yang menyertainya. Ide pokok paragraf tersebut adalah pentingnya penguasaan bahasa bagi wartawan. Kalimat-kalimat penjelas yang mendukung ide pokok tersebut menjelaskan mengapa wartawan perlu menguasai bahasa. Jadi, simpulan paragraf tersebut adalah wartawan harus terampil berbahasa.
2. Bacalah paragraf berikut!
Rumah kelahiran Multatuli kini sudah dijadikan museum. Letaknya di korsjespoortsteeg, Amsterdam. Rumah itu milik almarhum J.A. roelffsema-tenge sejak 1943. Istrintya masih tinggal dilantai atsa sebagai pengelolah museum. Di lantai atas terdapat barang bekas milik Multatuli, seperti meja tulis hadia raja Willem III setelah pertunjukan pertama drama Vorstenschool. Ada juga jam gantung pemberian kelompok dramanya dan sofa tempat ia menghembuskan napas terakhir pada tahun 1887. Di lantai bawah terdapat perpustakaan berisi semua karya Multatuli yang berhasil dikumpulkan.(dikutip dari: intisari, edisi Mei 1988)
Simpulan isi paragraph tersebut adalah……
A. Multatuli adalah pejuang kemerdekaan Indonesia yang lahir di Amsterdam dan meninggal pada 1887
B. Drama Vorstencnschool membuat Multatuli terkenal sehingga ia mendapat banyak barang untuk dimuseumkan
C. Barang-barang peninggalan Multatuli disimpan di rumah kelahiran yang kini dijadikan museum
D. Museum di Korjsjespoortsteeg sengaja dibangum untuk mengenang jasa Multatuli terhadap bangsa Belanda
Jawaban : C
Pembasahan :
Ide pokok paragraph tersebut terletak pada kalimat pertama, yakni teapt kelahiran Multatuli dijadikan sebagai museum. Kalimat-kalimat penjelas lainya menerangkan apa saja yang ada di dalam museum tersebut. Salah satunya adalah mengenai barang-barang peninggalan Multatuli yang disimpan di museum. Jadi, simpulan isi paragraph tersebut yang tepat adalah barang-barang peninggalan Multatuli disimpan di rumah kelahiran yang kini dijadikan museum.
0 comments:
Post a Comment